Prolead Indonesia – Di tengah era digital yang menuntut kecepatan sekaligus ketangguhan, kebutuhan akan ruang yang aman dan suportif bagi perempuan semakin nyata.
Kartini Challenge 2026 hadir bukan sekadar sebagai kompetisi, melainkan sebagai bentuk kepemimpinan baru dalam ekosistem pemberdayaan perempuan.

Program ini digagas oleh Minies Q bersama LAB5 Skincare dan Fragrande, dengan pendekatan yang menempatkan cerita dan pengalaman hidup perempuan sebagai inti utama penilaian.
Lebih dari sekadar ajang seleksi, Kartini Challenge dirancang sebagai ruang aktualisasi diri yang memberi kesempatan bagi perempuan untuk bersuara, tampil, dan berkembang.

Di bawah kepemimpinan Minie Sudjarwo, Minies Q membangun arah bisnis yang tidak hanya berfokus pada produk, tetapi juga pada dampak sosial.
Melalui berbagai inisiatif, termasuk Kartini Challenge, ia menghadirkan model kepemimpinan yang menggabungkan bisnis, mentoring, dan pemberdayaan komunitas.
“Setiap perempuan punya cerita hebat. Kartini Challenge ini adalah ruang agar mereka berani tampil, bersuara, dan dihargai,” ujarnya.

Sebagai pemimpin Minies Q, Minie mengembangkan bisnis yang tidak hanya berorientasi pada produk, tetapi juga membawa misi pemberdayaan perempuan. Brand ini dikenal dengan produk Oat Protein Cookies serta aktif menghadirkan program-program yang mendukung pengembangan diri perempuan.
Kartini Challenge juga menghadirkan unsur pendampingan sebagai bagian dari prosesnya, sehingga peserta tidak hanya mendapatkan apresiasi, tetapi juga dukungan untuk pengembangan diri.
Total hadiah senilai Rp3.000.000 diberikan dalam bentuk uang tunai, produk, serta mentoring.
Sejak diluncurkan, program ini mendapat respons positif dari berbagai kalangan perempuan dengan latar belakang berbeda.
Banyak peserta mulai berani membagikan kisah hidup mereka, menunjukkan bahwa ruang yang tepat dapat melahirkan keberanian dan kepercayaan diri baru.
Dengan pendekatan kepemimpinan yang kolaboratif dan berbasis dampak, Kartini Challenge 2026 menegaskan bahwa semangat Kartini tidak hanya hidup sebagai simbol, tetapi juga sebagai gerakan nyata yang membuka jalan bagi perempuan untuk tumbuh, bersuara, dan berkembang.
