Prolead Indonesia – Di tengah hiruk pikuk Jakarta yang serba cepat, makanan sering kali menjadi satu-satunya jeda yang menyatukan keluarga, sahabat, bahkan lintas generasi.
Dari dapur sederhana dengan mimpi besar, lahirlah 9 Nine Bite Frozen Food, sebuah brand kuliner beku yang menawarkan sesuatu lebih dari sekadar kepraktisan, yakni pengalaman rasa yang otentik, penuh cerita dan siap menemani meja makan keluarga urban.
Brand ini digagas oleh Ahmad Fadli, seorang profesional komunikasi dengan pengalaman lebih dari 16 tahun.
Nama Fadli mungkin lebih dikenal di kalangan industri public relations, dimana ia pernah berkarier panjang di Ogilvy Public Relations Indonesia, menangani sederet brand ternama, dan kini menjabat sebagai Head of Media Relations di Burson Indonesia.

Namun di balik dunia PR yang penuh strategi, ada satu kecintaannya yang tak pernah padam, yaitu makanan.
“Makanan adalah bahasa universal yang menghadirkan kembali kenangan, kebersamaan, bahkan kebahagiaan. Saya percaya setiap gigitan punya cerita, dan itulah yang ingin kami hadirkan melalui 9 Nine Bite,” tutur Fadli.
Produk Otentik, Rasa Juara
Produk pertama yang menjadi tonggak 9 Nine Bite adalah Pempek Palembang. Bukan pempek biasa, melainkan resep turun-temurun lengkap dengan cuko kental yang pekat rasa. Sejak diperkenalkan, pempek ini segera memantik nostalgia para pecinta kuliner nusantara.

Kesuksesan itu kemudian disusul dengan Dimsum premium yang lembut dan gurih, serta Mochi Ice Cream dengan varian rasa segar untuk generasi muda yang lebih akrab dengan gaya hidup modern.
Semua produk diproses secara higienis, dikemas elegan, dan dikirim segar melalui sistem pre-order khusus wilayah Jabodetabek. Dengan harga mulai Rp35.000–Rp60.000, konsumen bisa menikmati kualitas setara restoran tanpa harus meninggalkan rumah.

Sambutan Pasar yang Antusias
Tak butuh waktu lama bagi 9 Nine Bite untuk mencuri perhatian. Influencer kuliner dan sejumlah figur publik ramai memberikan apresiasi.
Testimoni positif pun mengalir, salah satunya dari pelanggan yang menulis, “Pempek 9 Nine Bite bukan sekadar enak, tapi membuat saya merasa seperti sedang duduk di rumah makan Palembang asli.”
Namun demikian, terlepas banyaknya reaksi positif, Fadli menegaskan bahwa keberhasilan awal ini bukan semata soal angka penjualan.
“Fokus kami di fase awal adalah membangun kesadaran, memperkenalkan kualitas rasa, dan menjaga konsistensi. Jika orang jatuh cinta pada rasa, repeat order akan datang dengan sendirinya,” jelasnya.
Sebagai bentuk keyakinan pada kualitas, 9 Nine Bite bahkan kerap menyertakan tester gratis di setiap pembelian, sebuah langkah sederhana namun bermakna untuk menegaskan rasa sebagai pusat pengalaman.
Pada akhirnya, lebih dari sekadar bisnis makanan beku, 9 Nine Bite lahir dengan visi besar, yakni menjembatani cita rasa tradisional dengan sentuhan modern.
“Hari ini kami memulai dari pempek, dimsum, dan mochi. Besok, siapa tahu 9 Nine Bite bisa menjadi ikon kuliner Indonesia di kancah global,” ujar Fadli optimistis.
Dengan konsistensi, inovasi, dan keberanian untuk berbeda, 9 Nine Bite siap tumbuh menjadi korporasi kuliner yang membawa kebanggaan nusantara ke seluruh negeri, bahkan panggung dunia.