Merdeka Plus – Menteri Agama Nasaruddin Umar akhirnya menyampaikan permintaan maaf terkait potongan video dirinya yang sempat viral di media sosial.
Dalam video tersebut, ia menyebutkan kalimat yang ditafsir sebagian orang sebagai, “kalau ingin cari uang jangan jadi guru.”
Pernyataan itu menuai reaksi keras dari warganet, khususnya para pendidik. Nasaruddin pun menegaskan bahwa ucapannya tidak bermaksud merendahkan profesi guru.
“Tidak ada sedikit pun niat saya meremehkan guru. Justru guru adalah profesi yang sangat luhur, karena dari ketulusan mereka lah generasi bangsa ditempa,” ujar Nasaruddin lewat video klarifikasinya di Instagram, Rabu (3/9/2025).
Ia juga menuturkan bahwa dirinya berasal dari keluarga pendidik. Ayahnya adalah guru sekolah dasar, sementara ia sendiri puluhan tahun mengabdikan hidup di dunia pendidikan, mulai dari madrasah hingga universitas.
“Guru memang pekerjaan mulia. Tapi saya juga sangat memahami, mereka adalah manusia yang butuh kesejahteraan yang layak,” tambahnya.
Nasaruddin menekankan, Kementerian Agama konsisten memperjuangkan hak-hak guru. Tahun ini, lebih dari 227 ribu guru non-PNS memperoleh kenaikan tunjangan profesi, dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta per bulan.
Selain itu, jumlah guru madrasah dan guru agama yang mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) meningkat tajam, dari sekitar 29 ribu tahun lalu menjadi lebih dari 206 ribu orang pada 2025. PPG menjadi syarat utama untuk mendapatkan tunjangan profesi.
Dalam tiga tahun terakhir, Kemenag juga telah mengangkat sekitar 52 ribu guru menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K).
Di penghujung klarifikasinya, Nasaruddin mengajak seluruh pihak untuk terus menghormati profesi guru.
“Mengajar bukan sekadar pekerjaan, melainkan panggilan jiwa. Karena itu, negara wajib hadir memperhatikan kesejahteraan mereka. Dari tangan guru, lahirlah masa depan bangsa,” tegasnya.