Prolead Indonesia – Kompol Seala Syah Alam, Kapolsek Pesanggrahan, Jakarta Selatan, resmi meraih gelar Doktor pada Program Doktoral Kajian Stratejik dan Global Universitas Indonesia (UI) dengan predikat Cum Laude. Sidang terbuka promosi doktor digelar di Balai Sidang UI, Depok, Senin, 5 Januari 2026.
Dalam sidang tersebut, Kompol Seala memaparkan disertasi berjudul “Isomorfisme Kelembagaan terhadap Peran Pemolisian Komunitas di Era Digital: Perbandingan Teoretis dan Empiris Negara Indonesia, New Zealand, dan Jepang.”
Penelitian ini mengkaji bagaimana institusi kepolisian bertransformasi secara struktural dan kultural untuk menjawab tantangan pemolisian modern di tengah percepatan teknologi digital.
Kepemimpinan Kolaboratif sebagai Pilar Kepercayaan Publik
Kompol Seala menegaskan bahwa pemolisian komunitas merupakan pendekatan strategis Polri dalam membangun dan menjaga kepercayaan publik.
Menurutnya, kepolisian tidak berdiri di luar masyarakat, melainkan menjadi bagian dari ekosistem sosial yang harus bekerja secara kolaboratif.
“Polri harus adaptif terhadap perubahan zaman, khususnya di era digital. Kehadiran kepolisian tidak bisa lagi bersifat sektoral, melainkan kolaboratif, berbasis data, dan berorientasi pada pelayanan publik,” ujarnya.
Pernyataan ini menempatkan kepemimpinan kepolisian dalam kerangka governance modern: terbuka, partisipatif, dan responsif terhadap dinamika sosial.
Sinergi Lintas Sektor untuk Keamanan Berkelanjutan
Lebih lanjut, Kompol Seala menyoroti pentingnya sinergi lintas sektor, antara aparat, masyarakat, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya, dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
Tantangan keamanan global, menurutnya, menuntut institusi kepolisian untuk terus berinovasi dan memanfaatkan teknologi tanpa mengabaikan pendekatan humanis.
“Pemolisian komunitas adalah kunci membangun keamanan berkelanjutan berbasis kepercayaan dan partisipasi publik,” tegasnya.
Pendekatan ini memperlihatkan orientasi kepemimpinan yang tidak hanya menekankan penegakan hukum, tetapi juga pembangunan relasi sosial sebagai fondasi stabilitas jangka panjang.
Pengakuan Akademik terhadap Praktik Kepemimpinan
Sidang promosi doktor dipimpin oleh Ketua Sidang Prof. Dr. Drs. Supriatna, M.T., dengan promotor Prof. Dr. Sudarsono Hardjosoekarto. Ko-promotor terdiri dari Prof. Dr. Drs. Arthur Josias Simon Runturambi, M.Si., dan Dr. Chairul Muriman Setyabudi, M.P.
Dewan penguji menghadirkan sejumlah akademisi dan praktisi nasional, antara lain Prof. Yon Machmudi, S.S., Ph.D., Prof. Dr. I Ketut Surajaya, S.S., M.A., Muhammad Syaroni Rofii, S.H.I., M.A., Ph.D., Dr. Ahmad Ibrahim Badry, S.Fil., M.Hum., CertDA, serta Irjen Pol (Purn) Dr. Benny Jozua Mamoto, S.H., M.Si.
Penilaian tersebut mengukuhkan kualitas riset yang disajikan serta relevansinya terhadap kebijakan publik.
Implikasi bagi Transformasi Organisasi Polri
Pencapaian akademik ini diharapkan memperkuat kontribusi Polri dalam merumuskan kebijakan pemolisian komunitas berbasis riset.
Lebih dari sekadar gelar, disertasi Kompol Seala memberikan landasan konseptual bagi transformasi organisasi, dari model hierarkis menuju kepemimpinan yang adaptif, berbasis kolaborasi, dan berorientasi pada kepercayaan publik.
Dalam konteks kepemimpinan nasional, capaian ini mencerminkan pentingnya integrasi antara praktik lapangan dan pengembangan pengetahuan.
Kompol Seala Syah Alam menunjukkan bahwa kepemimpinan modern tidak hanya diukur dari kewenangan, tetapi dari kapasitas berpikir strategis, kemampuan beradaptasi, serta komitmen membangun institusi yang relevan dengan tuntutan zaman.