Prolead Indonesia – Tak ada usaha yang benar-benar kecil jika dijalani dengan keseriusan. Dari langkah sederhana, sebuah peluang bisa tumbuh menjadi sesuatu yang memberi dampak lebih luas. Hal itulah yang kini dibuktikan oleh Yati, seorang pelaku UMKM yang berhasil mengembangkan produk abon lele melalui brand Rorofood.
Perjalanan Yati sendiri tidak dimulai dari rencana bisnis besar, melainkan dari hobi sederhana yang ia tekuni saat pandemi Covid-19.
Saat aktivitas banyak dilakukan dari rumah, Yati mengisi waktunya dengan menanam pohon anggur. Ketertarikannya pada dunia pertanian kemudian membawanya bergabung dengan Komunitas Anggur Tangerang Selatan yang saat itu juga mendapat dukungan dari pemerintah daerah.
Dari komunitas tersebut, Yati dan suaminya semakin aktif di dunia pertanian. Keduanya juga tergabung dalam kelompok tani dan melanjutkan aktivitas bercocok tanam dengan mengembangkan sayuran hidroponik di greenhouse Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di kawasan Jombang, Tangerang Selatan.
“Awalnya saya hanya senang bertanam. Tapi dari situ saya jadi banyak bertemu komunitas dan melihat berbagai peluang baru,” ujar Yati.
Pertemuan dengan berbagai komunitas juga membuat Yati semakin sering mengikuti kegiatan UMKM yang diadakan di Warung Gerai Lengkong.
Rasa penasaran pun muncul ketika ia melihat banyak pelaku usaha kecil memasarkan produk mereka di sana.
Didorong rasa ingin tahu, Yanti memberanikan diri mendaftarkan diri sebagai pelaku UMKM dengan modal keterampilan merajut. Ia pun memulai langkah awal sebagai pelaku usaha di bidang kerajinan tangan.
Seiring waktu, kesempatan belajar semakin terbuka. Yanti kemudian mengikuti program pembinaan UMKM dari Sinar Mas yang dilakukan melalui pertemuan daring secara rutin. Dalam salah satu sesi pelatihan memasak, ia belajar mengolah ikan lele menjadi abon.
Ide tersebut langsung mengingatkannya pada keluhan yang sering ia dengar dari para petani dan pembudidaya ikan.
“Saya sering mendengar teman-teman petani mengeluh karena hasil panen lele kadang sulit dijual. Dari situ saya berpikir, mungkin solusinya adalah mengolah lele menjadi produk yang lebih tahan lama dan punya nilai tambah,” katanya.
Dari gagasan itulah lahir produk abon lele Rorofood, yang kemudian menjadi fokus usaha yang ia kembangkan hingga sekarang.

Namun perjalanan membangun usaha tersebut tidak selalu berjalan mulus. Tantangan terbesar datang dari persepsi masyarakat terhadap ikan lele.
“Banyak orang yang masih beranggapan lele itu jorok. Ada juga yang menganggap produk saya terlalu mahal,” ujar Yati.
Untuk menjawab keraguan tersebut, Yati terus melakukan edukasi kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan bazar, pelatihan, maupun pertemuan komunitas UMKM.
Ia juga menjelaskan bahwa Rorofood menggunakan ikan lele yang dibudidayakan oleh peternak yang telah mendapatkan pembinaan dari dinas perikanan dan masih melalui proses seleksi bahan baku.
Upaya tersebut perlahan membuahkan hasil. Produk abon lele Rorofood berhasil melewati berbagai proses kurasi dan kini telah menjadi vendor di jaringan ritel Transmart.
Produk tersebut juga tersedia di Smesco Indonesia Pancoran dan dalam waktu dekat direncanakan hadir di Aeon BSD.
Selain mengembangkan usahanya, Yati juga aktif berbagi pengalaman dengan pelaku UMKM lainnya. Ia beberapa kali diminta menjadi narasumber untuk menceritakan perjalanan bisnisnya dan memberikan motivasi bagi pelaku usaha pemula.
“Kami saling berbagi pengalaman. Kadang saya diminta menjadi narasumber untuk menceritakan perjalanan usaha yang saya jalani,” ujarnya.
Di tengah berbagai aktivitas tersebut, Yati menekankan pentingnya manajemen waktu agar setiap peran yang ia jalani dapat berjalan seimbang.
“Kuncinya membuat perencanaan dan mengatur waktu dengan baik agar semua kegiatan tidak saling bertabrakan,” katanya.
Bagi Yati, membangun usaha juga merupakan proses belajar yang tidak pernah berhenti. Ia pun memiliki pesan sederhana bagi perempuan yang ingin memulai usaha.
“Jangan minder dan jangan takut belajar dari orang lain yang sudah lebih dulu memulai. Mulailah dari hal yang menjadi keahlian atau hobi agar usaha dijalani dengan lebih ringan,” tuturnya.
Ia juga mendorong para pelaku usaha untuk bergabung dengan komunitas UMKM agar dapat bertukar pengalaman dan memperluas jaringan.
Dari hobi bertanam hingga mampu membawa produk olahan lele menembus pasar ritel modern, perjalanan Roro Dwi Wiyati bersama Rorofood menunjukkan bahwa sebuah usaha dapat tumbuh dari langkah kecil yang dijalani dengan ketekunan dan keberanian untuk terus belajar.