Merdeka Plus –Presiden Joko Widodo resmi dipercaya menjadi anggota dewan penasihat Bloomberg New Economy, sebuah forum bergengsi yang menghimpun pemimpin dunia dan tokoh strategis untuk merumuskan arah ekonomi global. Penunjukan ini menempatkan Jokowi bersama 21 figur berpengaruh lain yang memiliki rekam jejak kepemimpinan internasional.
Kehadiran Jokowi dinilai penting karena mewakili perspektif negara berkembang di tengah perubahan besar perekonomian dunia, mulai dari pergeseran perdagangan, investasi, dan teknologi hingga ancaman krisis iklim. Dengan pengalaman memimpin Indonesia selama satu dekade, Jokowi diharapkan memberi masukan strategis agar kebijakan ekonomi global lebih inklusif.
Bloomberg New Economy berdiri sejak 2018 untuk menjadi jembatan dialog antarnegara, sekaligus mencari solusi atas ketidakpastian geopolitik, kemajuan teknologi yang cepat, dan tantangan iklim. Dewan penasihat forum ini memiliki peran krusial dalam merumuskan arah kebijakan yang memengaruhi kemakmuran dunia.
Selain Jokowi, dewan penasihat beranggotakan nama-nama besar seperti Mario Draghi, mantan Perdana Menteri Italia sekaligus eks Presiden Bank Sentral Eropa, serta Gina Raimondo, mantan Menteri Perdagangan Amerika Serikat. Kehadiran tokoh-tokoh lintas negara dan sektor ini diharapkan memperkaya perspektif dan menghasilkan rekomendasi yang lebih komprehensif.
Pertemuan penting Bloomberg New Economy berikutnya dijadwalkan berlangsung di Singapura pada 19–21 November 2025 dengan tema “Thriving in an Age of Extremes”. Forum tersebut akan menjadi ajang pertukaran gagasan, termasuk upaya membangun kemakmuran bersama di tengah situasi dunia yang penuh ketidakpastian.
Langkah ini sekaligus menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu pemain penting dalam percaturan ekonomi internasional, dengan Jokowi membawa suara Asia Tenggara ke panggung global.